"Awalnya Rp 7.000, tapi karena kebanyakan mahasiswa yang membeli, jadi diturunkan menjadi Rp 5.000," ungkapnya.
Meski memiliki sumur bor dan menggunakan teknologi RO, Resti menyebut penerapan sistem tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, ia berupaya mempertahankan pelayanan sambil memenuhi kebutuhan pelanggan setiap hari.
Ke depan, Resti berharap dapat menambah kapasitas usahanya apabila modal mencukupi.
"Harapannya, kalau ada rezeki, saya ingin memperbesar depot ini supaya bisa lebih berkembang lagi," pungkasnya.
Penulis: Sitti Hanabila
