Menurut Hj. Sukmawati, keberadaan posko ini sangat membantu warga yang habis melakukan perjalanan keluar daerah, untuk mendeteksi lebih dini kondisi tubuh mereka.

Baca Juga : RSUD Muna Tak Punya Alat Pengukur Suhu Tubuh

"Saya baru balik dari Jakarta daerah yang dinyatakan sudah terjangkit COVID-19. Jadi saya sudah berniat untuk melakukan cek up medis, andaikata di pelabuhan ini tidak ada posko, maka saya pasti cek up di puskesmas atau RSUD untuk memastikan karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati," jelasnya.

Dia mengaku sebenarnya belum mau pulang. Namun setelah mendengar melalui media elektronik kalau Menteri Perhubungan dinyatakan positif terjangkit COVID-19, maka semua peserta mulai was-was.

"Sebenarnya kami belum mau pulang. Setelah dapat kabat tersebut, semua peserta mulai was-was. Bahkan kami hanya boleh keluar ketika acara berlangsung setelah itu kembali lagi. Dari situ kami putuskan untuk pulang lebih awal," pungkasnya.