La Jeti, S.Pd., M.Pd.
Dosen PG PAUD Universitas Muhammadiyah Buton
Saat ini seluruh negara di dunia termasuk Indonesia sedang dilanda bencana non alam atau yang berkaitan dengan kesehatan yang dikenal dengan istilah COVID-19 (corona virus deseases nineteen). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China dan menyebar di seluruh dunia sehingga mengakibatkan kematian yang cukup banyak.
Dampak dari virus ini bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat akan tetapi juga ekonomi masyarakat dan pendidikan. Di tengah pandemi virus corona ini, semua lembaga pendidikan tidak terkecuali pendidikan anak usia dini diliburkan guna mencegah penyebaran virus tersebut.
Sepanjang sejarah, para ahli filosofi telah melakukan spekulasi mendalam tentang karakteristik anak dan bagaimana anak seharusnya dibesarkan. Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno memiliki pandangan yang kaya tentang perkembangan anak. Terutama dalam sejarah Eropa, tiga pandangan filosofis yang berpengaruh menggambarkan anak dalam istilah dosa asal, tabula rasa, dan kebaikan alami (bawaan).
