Baca juga: Dampak Broadcast Informasi COVID-19 Melalui WhatsApp Terhadap Kecemasan
Dalam pandangan dosa asal (original sin view), yang secara khusus muncul selama abad pertengahan, anak-anak dipandang lahir ke dunia ini sebagai makhluk jahat. Tujuan dari merawat anak adalah memberikan penyelamatan menghapus dosa dari kehidupan anak.
Mendekati akhir abad ke-17 pandangan tabula rasa atau “the blank tablet” atau kertas putih, diyakini bahwa pengalaman masa kanak-kanak sangat menentukan karakteristik dan perkembangan anak ketika dewasa nanti. Tanggung jawab orang tua adalah meluangkan waktu bersama anak dan mendidiknya menjadi anak yang berbudi pekerti.
Pada abad ke-18, pandangan kebaikan alami (innate goodness view) merupakan suatu pandangan yang menyatakan bahwa anak-anak pada dasarnya baik. Karena anak-anak pada dasarnya baik, maka seharusnya diizinkan secara alami dengan seminimal mungkin pengawasan atau batasan dari orang tua dan pengasuh.
Dewasa ini, dalam pandangan barat tentang anak menyatakan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang unik dan sangat hidup, yang meletakkan dasar penting bagi tahun-tahun dewasa dan jelas berbeda dari tahun-tahun dewasa tersebut. Pendekatan terkini mengenai masa kanak-kanak mengidentifikasikan periode yang berbeda di mana anak menguasai keterampilan dan tugas-tugas tertentu yang menyiapkan mereka memasuki kedewasaan.
