Salah satu pemuda, di Kecamatan Mowila, Konawe Selatan, Gede Putra, melek dengan hal ini, dia melihat potensi tanaman alpukat akan baik prospeknya ke depan.

Beberapa varietas yang sudah mulai dikembangkan, ada yang lokal seperti alpukat miki, kendil, aligator, sedangkan impor antara lain alpukat red Vietnam, Cuba, pack chong dan yellow Vietnam.

Pengembangan bibit dilakukan sendiri dengan cara membuat sedling (batang bawah) dari biji alpukat, lalu setelah tumbuh dilanjutkan dengan metode entris (batang sambungan) lalu siap diokulasi.

"Untuk harga per pohon saya jual dengan Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu per pohon, penjualan sudah mulai keluar dari wilayah Konawe Selatan tembus hingga Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, bahkan sampai di kepulauan Muna," ungkap pembudidaya bibit alpukat, Gede Putra, Sabtu (8/7/2023).

Baca Juga: Pemerintah Pusat Kucurkan Anggaran Rp 44,8 Miliar Benahi Jalan Kabupaten Kolaka Utara