.jpg)
Dengan kondisi seperti ini, kaum milenial harus mengambil peran meskipun masih ada paradigma bahwa petani itu hanya kerjaan orang tua dan harus berlumpur atau kotor. Padahal dengan kemajuan teknologi saat ini pertanian merupakan salah satu sektor yang menguntungkan dengan pendapatan dan hasil yang jelas serta menciptakan kemandirian.
Pasangan Siska Karina Imran ini mencotohkan yang telah dilakukan di lahan persawahan Amohalo dengan menerapkan pertanian organik, jika selama ini produksi padi petani hanya maksimal 5,4 ton per hektare, produksi padi meningkat menjadi 9,6 ton per hektare bahkan ke depan bisa menjadi 12 ton per hektare.
Baca Juga: Mulai Dibangun, GOR Kabupaten Buton Ditargetkan Rampung Desember 2022
"Mumpung usia masih muda masih ada kesempatan, yang mahal menurut saya adalah mental, mental kita bertani," ujarnya.
