Ia mengakui, sarung terkadang dikaitkan dengan pandangan tentang keterbelakangan dan dianggap tidak sejalan dengan modernitas. Padahal, penilaian terhadap kemajuan seseorang tidak semestinya hanya didasarkan pada busana yang dikenakan.

“Padahal, ukuran modern atau tradisional itu bukanlah terletak pada pakaian yang kita kenakan, melainkan pada cara berpikir dan cara kita memandang sesuatu,” kata Basnang.

Hingga informasi tersebut disampaikan, gerakan Selasa Bersarung masih berupa usulan yang menunggu persetujuan Menteri Agama. Adapun gagasan penggunaan sarung dan peci sepekan sekali di lingkungan Kemenag disampaikan sebagai anjuran, bukan kewajiban bagi seluruh ASN. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin