Baca juga: Ini Pesan Anggota DPR RI Haerul Saleh saat Kunjungi Telisik.id

Tidak hanya pihak travel, Kantor Kemenag Kota Kendari, lanjut Suhardin, pada 2 November akan mulai melakukan langkah-langkah persiapan dengan memonitoring serta mendata jemaah Umrah yang sudah terdaftar di travel di wilayah Kota Kendari.

Nantinya jika diizinkan, jemaah yang telah terdaftar lebih dulu akan didahulukan.

"Supaya begitu diizinkan, tidak tiba masa tiba akal. Nanti Arab Saudi akan mengumumkan Protokol Kesehatan seperti apa yang dimau dan itu akan menjadi rujukannya, tapi dari Kementrian Agama tentu sudah punya langkah-langkah juga seperti apa," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menutup layanan Umrah untuk membendung laju penularan COVID-19. (B)