"Selamat terhangat saya kepada @JoeBiden dan @KamalaHarris atas pemilihan bersejarah Anda. Hasil turnout (jumlah pemilih yang menggunakan haknya) yang sangat besar adalah cerminan dari harapan yang ditempatkan pada demokrasi," tulis Presiden Jokowi melalui akun resmi Twitter-nya @jokowi
Benarkah kemenangan Biden adalah cerminan dari harapan yang ditempatkan pada demokrasi? Layakkah berharap penjajahan AS akan berhenti di bawah presiden Joe Biden sekarang?
Untuk menjawab dua pertanyaan di atas, hendaknya kita lebih dulu meneliti lebih dalam fakta pemilu di Amerika ini dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Trump, Biden, Bush, Clinton atau Obama, Republik atau Demokrat adalah dua sisi dari mata uang yang sama.
Semuanya adalah musuh umat Islam dan merekapun pembenci ajaran Islam. Setelah kemenangannya, Biden jelas masih terikat dengan kebijakan utama Amerika dan berkewajiban untuk melanjutkannya, agar Amerika tetep berada di posisinya hari ini. Artinya hegemoni Amerika terhadap negara-negara di dunia ini otomatis juga harus tetap diwujudkan.
Baca juga: Siap Kembangkan Industri Perikanan, Baubau Dilirik Investor Korea
