"Kurang lebih sebanyak 30 sekolah di Sulawesi Tenggara sudah menjadi sekolah penggerak, dengan rincian terbanyak di Buton Selatan, Buton Tengah, dan Bombana," katanya, Rabu (5/1/2022).
Ia menuturkan, kurikulum prototipe tersebut bisa jadi bakal diterapkan di sekolah-sekolah di Sultra.
"Kita menunggu surat edaran atau surat keputusan resmi, yang namanya arahan dari pemerintah tentu saja kami siap untuk menjalankan," ujar Samahu.
Ia berharap, agar lebih banyak lagi sekolah di Sulawesi Tenggara yang menjadi sekolah penggerak dan dapat menerapkan kurikulum prototipe yang rencananya akan mulai dilaksanakan pada tahun 2022 ini.
Baca Juga: Semester Baru, Sejumlah Sekolah Dasar di Kendari Masih Menerapkan PTM Terbatas
