"Memang mungkin ada kebutuhan agar penyelesaian pembangunan proyek industri di sana bisa rampung, sehingga bisa mulai menjadi salah satu pencipta lapangan kerja dan sumber pendapatan, pembangunan daerah di sana," ucapnya.

Jodi pun menegaskan, jika tidak ada TKA yang masuk ke Konawe di masa pandemi tidak benar. Dilanjutkan Jodi, berdasarkan informasi yang diterima sesuai data per 20 April 2020 dari jumlah TKA saat ini, diantaranya 660 TKA telah datang dan sudah berada di lokasi sejak akhir tahun 2019.

"Berita yang menyebutkan ada 500 TKA Cina yang baru masuk ke Konawe, dan akan ada lagi TKA yang datang pada masa COVID tersebut tidak benar," jelasnya.

Lebih lanjut Jodi, dengan mempertimbangkan kondisi darurat perusahaan, pada tanggal 15 Maret 2020 perusahaan mendatangkan 49 TKA, yakni VDNI sebanyak 19 TKA dan OSS sebanyak 30 TKA, setelah melalui persyaratan karantina sesuai Permenkumham no. 07 tahun 2020.

"Jadi sekarang total TKA yang ada di dua perusahaan tersebut adalah 709 dengan rincian VDNI 249 orang dan OSS 460 orang. Sementara total Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 11084, VDNI 5867 orang dan OSS 5217 orang," tutupnya.