"Selain hanya ingin melihat kemajuan daerah, dan Indonesia sebagai pemain utama dalam peningkatan nilai tambah komoditas nikel," katanya.

Menurut Jodi, para TKA yang masuk ke Konawe ini memiliki keahlian di bidang teknologi yang belum dimiliki oleh pekerja lokal.

"Ini kan pembangunan dengan teknologi mereka yang belum kita kuasai," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh sesuai data per 20 April 2020, dari jumlah TKA saat ini, diantaranya 660 TKA telah datang dan sudah berada di lokasi sejak akhir tahun 2019.

"Dengan mempertimbangkan kondisi darurat perusahaan, pada tanggal 15 Maret 2020 perusahaan mendatangkan 49 TKA," akuinya.