Batara menegaskan, saat ini Muna telah menjadi sentra baru industri perjagungan. Artinya, dengan adanya pabrik, bukan saja memproduksi jagung biasa, tetapi dapat memproduksi mami yang berkualitas dan berdaya saing.
Asisten Deputi Pangan Kementrian Perekonomian, Muhamad Saifulloh berjanji akan terus mengawal porgram Kementan untuk pengembangan dan pemasaran jagung hasil produksi pabrik di Muna. Ia berharap produksi jagung, bukan hanya untuk pakan, tetapi memenuhi kebutuhan Mami yang harganya lebih tinggi.
"Eksekutornya di Kementan, kami hanya memastikan kebijakan programnya. Jadi, bila programnya tidak turun, nanti sampaikan ke kami," ujarnya.
Baca Juga: Peningkatan Kawasan Kumuh Lagasa Keciprat Rp 15,5 Miliar
Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, La Ode Rusdin Jaya Emba menerangkan, tahun ini Kementan mengucurkan dana Tugas Pebantuan (TP) untuk pengembangan jagung seluas 2.000 hektare dan bibit. 1.200 hektare diporsikan di Kabupaten Muna sebagai upaya mendukung pabrik jagung.
