JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas cakupan layanan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) dalam rangka mitigasi dampak COVID-19 melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan dengan menggunakan bahan campuran karet.

Kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, setelah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk membeli 10.000 ton karet, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menambah anggaran TA 2020 untuk pembelian karet sebagai campuran aspal sebesar Rp 20 miliar, sehingga total semuanya Rp 120 miliar.

Tambahan anggaran tersebut digunakan untuk membeli karet langsung dari petani di Provinsi Bengkulu sebagai upaya mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Pandemi COVID-19 yang menyebabkan produksi karet sulit diserap oleh pasar karena aktivitas ekonomi yang terhenti.

Diharapkan pembelian karet dapat mendistribusikan anggaran pemerintah hingga ke tingkat pedesaan untuk mendorong perekonomian masyarakat, sekaligus menjaga kemantapan ruas-ruas jalan nasional guna mendukung pergerakan orang dan barang (logistik).

Basuki mengatakan, kelebihan campuran aspal karet alam yakni dapat meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.