“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” katanya, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Sebut Ada 3500 Dokter Cadangan, DPD RI ke Menkes: Dokter Bukan Stok Barang
Dijelaskan, dengan tambahan anggaran TA 2020 sebesar Rp 20 miliar, total pembelian karet campuran aspal pada tahun ini menjadi Rp 120 miliar untuk menyerap 11.338 ton karet.
Pembelian karet di kelompokkan menjadi dua pulau penghasil karet, yakni Pulau Sumatera sebanyak 8.450,87 ton dengan anggaran Rp 86,4 miliar dan Pulau Kalimantan sebanyak 2.886,85 ton senilai Rp 33,6 miliar.
Mekanisme pembelian aspal karet dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR di sejumlah daerah penghasil karet seperti Medan, Palembang, Jambi, Padang, Palembang, Lampung, Banjarmasin, Pontianak dan Balikpapan melalui petani yang tergabung dalam kelompok petani UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Bahan Olah Karet).
