Jumlah ini, menurutnya sudah setara dengan 73 persen populasi Indonesia. Tiap harinya, orang mengakses internet hingga 9 jam sehari. Hal di atas dia anggap sebagai potensi digital yang perlu dimanfaatkan, terutama untuk menghasilkan gim nasional yang berkualitas.
Di samping potensi digital, Semuel menyebut, kekayaan dan keberagaman penduduk juga menjadi salah satu potensi tersendiri. Keragaman ini dinilainya bisa menjadi inspirasi untuk penciptaan gim-gim nasional berikutnya.
"Ada 801 bahasa daerah dan begitu banyak cerita kerajaan, cerita rakyat, dan nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan inspirasi dalam membuat gim," tuturnya.
Mengutip kompas.com, Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan upaya ini, menurut Semuel, adalah dengan mengadopsi budaya lokal ke dalam game. Semuel menilai bahwa Indonesia memiliki sejarah, dongeng, hingga cerita rakyat yang menarik untuk diadopsi menjadi video game.
"Banyak cerita rakyat yang memiliki nilai luhur di dalamnya ini dapat dijadikan inspirasi dalam membuat game," kata Semuel dalam acara pembukaan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2021 di Bali, Minggu (21/11/2021).
