Hingga 2026, pemerintah mencatat sudah terbentuk 268 Unit Layanan Disabilitas (ULD) di berbagai daerah di Indonesia. Unit tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan ketenagakerjaan yang lebih responsif dan terintegrasi bagi penyandang disabilitas.
Di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari disebut memiliki rekam jejak positif dalam mendukung tenaga kerja disabilitas. Dua perusahaan lokal, yakni Toko Cahaya Gorden dan CV Nusantara, sebelumnya meraih penghargaan nasional pada 2025 karena dinilai aktif mempekerjakan penyandang disabilitas.
Kemnaker juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS dalam program pembinaan dan penempatan tenaga kerja disabilitas. Melalui kerja sama itu, pemerintah menargetkan penempatan 1.000 tenaga kerja disabilitas dalam lima tahun mendatang.
Menutup sambutannya, Sukro Muhab berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan ekonomi inklusif di Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong partisipasi dunia usaha dalam membuka akses kerja yang setara.
