Sedangkan dalam kasus Anies berbeda. PDIP mendukung Anies sebagai Cagub DKJ tanpa syarat seperti sebagai kadernya dahulu. Ini menunjukkan Anies tetap maju dalam tiga kali pemilihan nantinya sebagai non-partai yakni dari Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Pilpres 2024 kemarin, dan rencana Pilkada 2024 ini.

Bahkan, sebelumnya Anies adalah sebagai Gubernur DKI Jakarta dan PDIP adalah oposisi pemerintahan daerah di era Anies karena persaingan di Pilkada 2017 lalu.  Tulisan ini ingin menguraikan perkembangan dinamika politik menuju Pilkada DKJ 2024.

Usulan Memadukan Anies dengan Kaesang

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berupaya mengajukan wacana memadukan antara Anies dan Kaesang. Lagi-lagi ini adalah usulan yang rasanya ketidakmungkinan, meski politik adalah seni dari ketidakmungkinan menjadi hal yang terjadi.

Kaesang diyakini memiliki tiket di Pilkada DKJ ini karena jalannya dimuluskan oleh keputusan Mahkamah Agung (MA). Keputusan dari MA menetapkan bahwa cagub dan wakil gubernur apabila berusia minimal 30 tahun dan calon bupati dan wakil bupati atau calon walikota dan wakil walikota jika berusia 25 tahun ketika dilantik bukan ketika ditetapkan sebagai pasangan calon.