Safia mengaku bahwa beras yang mereka jual berasal dari Konawe Selatan. Pedagang dibawakan melalui mobil truk dengan harga kurang lebih Rp 700.000.
Safia mengatakan, masyarakat banyak yang mengeluh. Tapi karena kebutuhan pokok, mau tidak mau mereka harus beli.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Wa Ode Fitri mengaku terbebani dengan kenaikan harga beras terlebih kondisi ekonomi yang sulit.
Baca Juga: 11 Ton Beras Bulog Unaaha Terjungkir di Gunung Lalonona Sampara
"Apalagi kita ini tidak dapat bantuan beras dari desa sehingga kalau naik harga beras sangat susah," ujarnya.
