Sehari-hari Rani dan suaminya bergantian membagi tugas dalam memulung dan mengurus anaknya, di saat Rani berangkat memulung, maka sang suamilah yang mengurus anak-anak, begitu pula sebaliknya.
Rani berangkat memulung pada pukul 6.00 Wita, berbekal gerobak rakitan yang ia buat bersama suaminya, ia menyusuri seluk beluk jalan Kota Kendari yang kadang masih diselimuti sisa-sisa embun, guna mencari botol bekas dan sampah lain yang bisa menjadi rupiah.
Tak jarang, Rani mendapat perlakuan kurang baik saat sedang mencari botol plastik di sekitaran bak sampah yang berada di pemukiman warga.
"Saat itu waktu hujan redah saya sedang cari plastik di bak sampah, terus itu bapak datang langsung buang sampahnya di dekatku, akhirnya itu becek bercampur sampah mengenai seluruh wajah dengan pakaianku," ucap Rani, Minggu (22/05/2022).
Baca Juga: Dirundung Derita, Seorang Ayah di Kolaka Pernah Berniat Akhiri Hidup Anak-anaknya
