KENDARI, TELISIK.ID - Seorang siswi SMA dianiaya hingga pingsan. Dalam keadaan pingsan, tersangka yang baru dikenal melalui WhatsApp, dengan leluasa mencabuli korban.
Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, adalah siswi kelas tiga di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Kendari.
Gadis berusia 17 tahun ini menceritakan kronologis peristiwa yang dialaminya, berawal ketika ada nomor yang masuk di WA-nya. Bunga tidak mengenal laki-laki itu. Mereka pun berkenalan.
"Pada Sabtu malam (31/10/2020) dia kembali menghubungi saya melalui WhatsApp dan meminta tolong agar saya menjemput dia untuk mengambil pakaiannya di perbatasan Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga," kisah Bunga.
Setelah bertemu, tersangka langsung memboceng dan membawa korban di tengah hutan perbatasan Labibia dengan Kecamatan Lalonggasu Meeto. Karena suasana sepi, tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri, namun korban menolak. Diduga karena korban terus menolak, tersangka yang sudah kesetanan langsung menganiaya dan mencekik leher korban hingga jatuh pingsan.
