Lari akan mengaktifkan sistem metabolisme tubuh, sehingga suhu tubuh menjadi panas. Untuk menetralisasi suhu, tubuh mengeluarkan keringat.
2. Keringat Apokrin
Keringat apokrin memiliki sifat yang lebih kental dan mengandung banyak lemak. Keringat ini dihasilkan karena kondisi emosional.
Keringat ini muncul akibat kondisi stres, padahal tanpa aktivitas. Jumlahnya bisa sedikit, bisa juga banyak. Ini sebagai respon tubuh terhadap kondisi yang mengancam dari luar maupun dari dalam.
"Dalam kondisi stres, zat-zat yang dikeluarkan itu banyak memicu kelenjar keringat yang berada di telapak tangan dan kaki, maka keringat keluar umumnya melalui tepak tangan dan kaki," terang Grace.
