Baca Juga: Kebudayaan Lokal jadi Bagian Kurikulum Merdeka

Pameran ini disambut antusias oleh pelajar. Banyak pelajar nampak memperhatikan satu persatu pameran yang ditampilkan. Pameran ini sudah menjadi rutin dilakukan setiap tahun dengan harapan agar identitas lokal daerah terkait benda-benda bersejarah dapat diketahui sekaligus menjadi cerita baru bagi anak-anak sekolah yang belum banyak memahami sejarah.

Pameran senjata koleksi Museum ini akan berlangsung selama lima hari, 16-20 Oktober 2023, yang dibuka setiap hari. Kabag TU Museum Sulawesi Tenggara, Nony Suhida mengatakan, kegiatan pameran senjata kuno tahun ini juga ikut ambil bagian dari Museum Barugano Wuna (Kabupaten Muna) dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan.

Senjata tradisional mencakup berbagai macam alat, mulai dari pisau, panah, tombak, hingga senjata-senjata khas suku atau daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Senjata tradisional memiliki nilai sejarah, budaya, dan sering kali memiliki simbolisme penting bagi komunitas tempat senjata tersebut berasal. (B-Adv)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan