Mengapa organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 ini begitu kekeh menggunakan hisab? Hal yang tidak dilakukan oleh Nabi SAW. Berikut ini kami rangkumkan 5 (lima) alasan penggunaan hisab dari buku Paham Hisab dan Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Argumentasi Hisab Muhammadiyah.
1. Alasan Nabi SAW menggunakan rukyat pada masa itu masyarakat Arab belum menguasai ilmu hisab. Sebagaimana dalam hadisnya disebutkan: "Dari Ibn Umar, dari Nabi saw (diwartakan) bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Maksudnya adalah kadang-kadang dua puluh sembilan hari, dan kadang-kadang tiga puluh hari (HR al-Bukhari dan Muslim).
2. Hisab memiliki landasan di dalam Al-Quran dan dalam Sunnah Nabi SAW. Sebagaimana dalam Surat ar-Rahman ayat 5, surat Yunus ayat 10, dan Surat Yasin ayat 39-40, serta hadis riwayat Ibnu Umar yang artinya, "Dari Abdullah Ibn Umar RA (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Apabila kamu melihat hilal berpuasalah, dan apabila kamu melihatnya beridulfitrilah! Jika bulan dia atasmu terhalang oleh awan, maka estimasikanlah (HR al-Bukhari dan Muslim).
Baca juga: MUI Gelar Rapat Terkait Wacana Salat Id Berjamaah Saat Pandemi
3. Rukyat bukanlah maqashidu asy-syari'ah (tujuan syariat), juga bukan ibadah, melainkan hanyalah sarana untuk menentukan awal masuknya ramadan. Sehingga sarana ini bisa diubah sesuai perkembangan zaman, dan hisab dianggap lebih representatif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya ilmu falak (astronomi).
