Penggunaan Qris atau pembayaran digital menggunakan barcode menurutnya bisa membantu menekan angka inflasi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Doni Septiadijaya menjelaskan bagaimana sistem Qris dapat menurunkan inflasi. Inflasi sendiri adalah kondisi di mana uang yang beredar di masyarakat lebih banyak di banding kuantitas barang yang ada, oleh karena itu harga-harga barang akan semakin mahal.

Baca Juga: Sudah Masuk 2023, Resesi Ekonomi Benarkah Terjadi?

Penggunaan Qris dan pembayaran digital lainnya otomatis tak membutuhkan uang tunai dalam transaksi jual beli. Hal tersebut tentu akan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga menurunkan tingkat inflasi.

Terhadap inflasi, Bank Indonesia sendiri memberi langkah kebijakan moneter dengan menaikkan tingkat suku bunga menjadi 5,5 persen. Meski berpotensi meurunkan inflasi, kenaikan tingkat suku bunga berisiko terhadap lesunya kredit pinjaman hingga kredit macet.