KENDARI,TELISIK.ID - Kasus baru HIV di Sulawesi Tenggara masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 386 kasus baru pada periode Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut setara dengan sekitar 66,6 persen dari total 580 kasus yang ditemukan sepanjang 2025.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, Rosmawati Rasyid, mengatakan Kota Kendari dan Kota Baubau sebagai daerah dengan temuan HIV tertinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya.

Dalam keterangannya, Rosmawati menyoroti hubungan seksual sesama jenis antara laki-laki sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan temuan kasus HIV.

"HIV tertinggi dari beberapa daerah itu Kendari dan Baubau, penyebabnya karena hubungan seks sesama jenis yang paling banyak antara laki-laki dan laki-laki," ucap Rosmawati, Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, angka kasus pada 2026 belum dapat disimpulkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena periode pencatatan 2026 belum mencakup satu tahun penuh sehingga diperlukan perbandingan dengan periode yang sama pada 2025.