KENDARI, TELISIK.ID — Tak sedikit perempuan muda yang terseret dalam praktik prostitusi online untuk memenuhi kebutuhan hidup saat menempuh pendidikan.

Tekanan ekonomi, kurangnya dukungan keluarga, hingga pergaulan yang mengarah pada transaksi tubuh membuat pilihan yang diambil kerap terjadi tanpa perencanaan panjang.

Meri (bukan nama sebenarnya), perempuan berusia 23 tahun, pernah menjadi salah satu mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Sulawesi. Ia mengaku mulai terjerumus saat berada di semester tiga perkuliahannya.

Berawal dari hubungan asmara dengan pacarnya, ia mengaku pertama kali berhubungan badan di masa kuliah, hingga akhirnya hubungan tersebut kandas di tengah jalan.

Perpisahan itu menyisakan dampak psikologis sekaligus ekonomi. Meri yang hidup merantau mengaku kesulitan membiayai kuliah dan kebutuhan sehari-harinya. Orang tuanya di kampung juga tidak mampu menanggung biaya tersebut.