“Bisa topang hidup juga, kadang tidak menentu,” ujarnya singkat.

Seiring waktu, kebutuhan ekonomi yang makin menekan dan ketidakpastian pendapatan membuat Meri akhirnya membuka diri untuk menawarkan layanan kencan singkat.

Ia memanfaatkan aplikasi MiChat dan Twitter untuk berinteraksi dengan para pelanggan. Namun, Meri menyebut dirinya tetap selektif.

“Pilih-pilih juga lah kak. Tidak semua orang yang ajak, saya iyakan,” kata Meri.

Ia menyebut rata-rata pelanggan yang ia temui adalah pria muda. Ia menekankan bahwa ia menghindari risiko dengan membatasi jumlah pelanggan dalam satu malam.