Di sisi lain, Ebeng mengakui dirinya sudah berkeluarga. Ia memiliki istri dan dua anak di kampung halaman. Ia pulang secara berkala untuk menemui mereka.
Ia mengatakan kehidupan keluarganya terpisah dari aktivitasnya di Kendari. Ia berusaha tetap menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Soal pekerjaan para perempuan itu, Ebeng mengaku tidak mempermasalahkan. Ia memahami mereka tetap melayani pelanggan lain. Baginya, hubungan yang terjalin hanya sebatas kesepakatan dan saling mengerti. Ia menegaskan tidak ada paksaan dari kedua pihak. (A)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
