KENDARI, TELISIK.ID - Di sebuah kamar penginapan sederhana, seorang perempuan muda duduk di tepi ranjang sambil memegang ponselnya. Notifikasi pesan masuk silih berganti dari aplikasi yang biasa ia gunakan untuk mencari pelanggan.
Wajahnya datar, namun sorot matanya menunjukkan lelah yang lama tertahan. Perempuan itu memperkenalkan diri dengan nama samaran Kembang. Usianya 26 tahun.
Penampilannya biasa saja, dengan kaus polos dan celana panjang. Tidak ada kesan mencolok, seolah menyembunyikan aktivitas malam yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya.
Kembang pernah menjadi mahasiswi di salah satu universitas swasta di luar Provinsi Sulawesi Tenggara. Kehidupan keras di perantauan membuatnya harus mencari cara agar tetap bisa melanjutkan kuliah. Ia mengenang masa itu dengan nada tenang, meski jelas terdengar ada penyesalan.
