Dalam satu malam, ia membatasi diri hanya melayani dua pria. Pemesanan dilakukan lewat MiChat atau WhatsApp dengan sistem COD agar terhindar dari penipuan.
“Pilih-pilih juga kak. Tidak semua orang yang ajak cek-in saya iyakan,” tambahnya.
Setelah lulus kuliah, Kembang sempat berusaha mencari pekerjaan tetap. Namun lamaran yang ia kirim ke berbagai perusahaan tak pernah direspons selama setahun. Kondisi itu membuatnya kembali menjajakan diri lewat media sosial.
Ia mengaku akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta. Meski demikian, pekerjaannya tidak langsung membuatnya berhenti sepenuhnya. Kembang masih sesekali menerima pelanggan lama yang menawari uang lebih besar.
“Sudah banyakmi yang tahu pernah jadi l***e. Orang tua juga sudah malu. Tidak beranimi saya muncul di mukanya mereka,” katanya dengan wajah menunduk.
