Selain takut tertular penyakit menular seksual seperti HIV, Caca juga sensitif terhadap persoalan kebersihan. Banyak pelanggan yang ia temui adalah perokok berat sehingga aroma mulut menurutnya kurang nyaman.

Ia mengaku sering memilih diam dari pada menegur pelanggan yang memiliki bau mulut. Hal ini membuatnya semakin yakin untuk menerapkan batasan agar pelayanan tetap aman, baik untuk dirinya maupun pelanggannya.

Yaya, PSK berusia 28 tahun yang tinggal sekos dengan Caca, juga memiliki pandangan serupa. Ia bahkan lebih tegas menolak ciuman karena faktor rasa jijik dan bau mulut pelanggan.

“Lagi berhubungan tiba-tiba bau mulut, bagaimana juga itu. Sudahlah main ya, main saja. Tidak usah cium-cium kayak pacaran atau suami istri saja,” ungkapnya.

Yaya menambahkan, dari pada berciuman, ia lebih memilih memberikan layanan lebih lama atau lebih sering jika itu membuat pelanggan merasa puas.