Menurut Dedes, permintaan ini bukanlah hal yang aneh dalam dunia pekerjaannya. Ia pun tak keberatan memenuhi keinginan para pelanggannya.

“Mereka yang pilih kostumnya, sesuai dengan kesukaan. Semakin saya turuti permintaannya, semakin tinggi bayaranku,” tambahnya.

Tanpa menggunakan aplikasi kencan seperti MeChat, Dedes mengandalkan koneksi yang telah ia bangun selama delapan tahun terakhir. Ia percaya bahwa hubungan personal yang ia jalin dengan pelanggannya lebih efektif dalam menjaga bisnisnya tetap berjalan lancar.

“Saya sudah kenal mereka semua, dan mereka juga sudah tahu siapa saya,” kata Dedes, sambil mengibaskan rambut hitamnya.

Baca Juga: Kendari Undercover: Ngaku Diajak Nongkrong Malah Dijebak Teman hingga jadi PSK