Tika menjelaskan, keputusannya untuk menjadi PSK bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghubungi sahabat karibnya yang memiliki jasa dalam bisnis prostitusi. Keputusan tersebut diambil karena tidak ada pilihan lain.

"Hidupku tidak ada artinya lagi, rusak, serusak-rusaknya, siapa yang mau hidupi saya?, daripada saya ingat-ingat itu empat laki-laki ba****, mending saya me*****, ucap Tika, sambil mengusap air matanya.

Dengan suara lirih, Tika menceritakan bagaimana setiap hubungan asmara yang ia jalani selalu berakhir dengan kekecewaan. Empat kali ia disia-siakan oleh orang yang ia cintai, membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Setiap kali putus, Tika mencoba bangkit dan memperbaiki hidupnya. Namun, harapan itu selalu pupus ketika ia kembali mengalami kegagalan dalam hubungan. Keputusasaan semakin menghimpitnya.

Tika mengaku, setelah putus untuk yang keempat kalinya, ia merasa dunia seakan runtuh. Tanpa ada dukungan dan tempat untuk berbagi, ia terjerumus dalam kegelapan. Menjadi PSK menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup.