"Cocok sekali mi kita Mbak untuk kerja di kantor ini, kita butuh yang proporsional seperti Mbak Melati ini," ungkap Melati menirukan Ilham.

Tidak lama setelah interview itu, Melati pun diminta untuk masuk dan mulai bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh Ilham tersebut.

"Bulan pertama biasa-biasa saja, hanya dia sering saja ajak keluar makan siang," kata Melati.

Namun hal yang berbeda terjadi saat Melati bekerja di bulan kedua, Ilham mulai meminta Melati untuk memijat pundaknya, dan sering sekali Ilham meminta Melati untuk masuk ke ruangannya untuk mengobrol.

"Sampai saat kita sedang lembur dan teman Kantor ku terakhir sudah pulang, saya tinggal berdua dengan Pak Ilham di kantor, saat itu dia panggil saya ke ruangannya," ungkap Melati.