Ia menyadari bahwa keputusannya menjadi "ayam kampus" kala itu membawa banyak konsekuensi. Awalnya, ia hanya menawarkan layanan cinta kilat melalui aplikasi pesan instan.
Pelanggannya beragam, mulai dari pengusaha, pejabat daerah, hingga pria beristri yang mengaku kesepian. Dari setiap pertemuan, Misu bisa memperoleh bayaran antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
Namun kemudian, ada beberapa pria yang menawarinya hubungan lebih serius, menjadi simpanan pribadi dengan jatah tetap setiap bulan.
“Banyak risikonya, belum lagi kalau yang sudah beristri. Parahnya nanti saya dipermalukan,” kata Misu.
