Dalam kebersamaan yang semakin dekat itu, batas antara sahabat dan rasa yang lebih mulai kabur.
Suatu malam, Toel memberanikan diri mengundang Meya untuk berbincang ke kosan miliknya yang lebih tenang. Ia mengaku hanya ingin mengobrol, tapi suasana berbalik arah.
“Saya pikir cuma cerita biasa, tapi entah kenapa jadi salah arah,” ujarnya dengan nada sesal.
Kedekatan emosional yang tak terjaga berujung pada tindakan yang melampaui batas.
“Bukan kami yang menonton film, tapi film yang menonton kami,” katanya menggambarkan momen itu secara tersirat.
