KENDARI, TELISIK.ID - Seorang perempuan perantau berusia 32 tahun menjalani hidup di Kota Kendari dengan menawarkan jasa melalui aplikasi tertutup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sebuah kosan sederhana yang berdempetan dengan rumah warga, deretan motor terparkir rapat hingga menyisakan sedikit ruang berjalan.
Bau masakan dari dapur bercampur dengan suara televisi dari kamar sebelah. Suasana seperti ini lazim ditemui di sudut-sudut Kota Kendari, terutama kawasan padat pekerja harian dan pendatang.
Di salah satu kamar itulah, seorang perempuan yang memperkenalkan diri dengan nama samaran Vana, mau membuka tabir hitamnya kepada telisik.id, Jumat (13/2/2026) malam.
Vana berusia 32 tahun. Ia bukan warga asli Kendari, hanya berdomisili untuk bekerja. Logat bicaranya sesekali masih terdengar berbeda dengan warga setempat.
