Ia kemudian memutuskan pindah ke Kendari dengan harapan kota memberi lebih banyak peluang. Namun kenyataan tak sepenuhnya sesuai.

Pekerjaan serabutan yang didapat tak menentu, kadang ada, kadang kosong. Biaya kos, makan, dan kebutuhan harian tetap berjalan. Tekanan ekonomi makin terasa ketika seseorang yang selama ini membantunya justru pergi.

Vana mengaku pernah menjadi wanita simpanan seorang pekerja asing. Pria tersebut menanggung sebagian kebutuhan hidupnya. Ketika kontraknya selesai dan kembali ke negaranya, Vana kembali sendiri.

“Waktu dia pulang, saya bingung mau kerja apa. Tidak ada pegangan lagi,” katanya.

Dalam kondisi itu, ia memilih menawarkan jasa melalui aplikasi kencan khusus. Ia menolak menyebutkan nama aplikasinya. Sistemnya tertutup, hanya pengguna tertentu yang bisa mengakses. Semua komunikasi dilakukan lewat pesan pribadi sebelum bertemu.