“Saya pakai aplikasi saja. Tidak berani terang-terangan. Takut juga kalau orang kenal lihat,” ujarnya.
Ia mengatur pertemuan secara selektif. Tidak semua permintaan diterima. Ia mengaku lebih berhati-hati demi keamanan diri. Lingkungan kos yang ramai justru menurutnya membantu, karena orang keluar masuk dianggap biasa.
“Kalau ramai begini, tidak terlalu kelihatan. Orang kira cuma teman datang,” ucapnya.
Meski demikian, Vana sadar pekerjaannya penuh risiko. Ia menyebut pilihan itu bukan sesuatu yang dibanggakan, melainkan jalan yang ia tempuh untuk bertahan hidup.
