KENDARI, TELISIK.ID – Stunting menjadi salah satu masalah penting di Indonesia, mengingat kondisi ini banyak dialami anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa dan negara. Sehingga berpengaruh pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada umumnya, stunting merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan anak. Risiko dari masalah stunting terbilang wajib diwaspadai karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak secara langsung, sekarang maupun dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, Asmar, M.Si. Menurutnya, stunting memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak.

Ia mengungkapkan, dampak stunting pada anak setidaknya dapat dilihat dari tiga aspek. Pertama, anak yang mengalami stunting tumbuh kembang fisiknya terhambat.

Anak stunting, kata dia, merupakan anak yang mengalami kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.