Begitu juga, guru dari luar kota dipindahkan ke kota dapat memahami proses pembelajaran yang ada di sekolah baru. Sehingga, ketika mereka dipindahkan ketempat lain lagi, ilmu yang didapat dapat diterapkan.

"Jadi bukan hukuman, melainkan untuk peningkatan kompetensi mereka," kata Sukarman, Sabtu (27/3/2021).

Baca Juga: Kenapa Hari Teater Sedunia Dirayakan 27 Maret? Ini Ulasannya

Mutasi guru dan staf, menurut mantan Asisten II itu, semestinya sejak tahun lalu dilakukan, namun karena pertimbangan Pilkada, bisa mengganggu proses belajar mengajar, sehingga mutasi urung dilakukan. Karena itu, mutasi dilakukan setelah Pilkada.

"Hanya momennya yang bertepatan (usai Pilkada). Kalau mereka yang berpikiran politik, pasti digiring akibat dendam, sampai kapan pun, mau tahun depan pasti begitu (dendam politik)," terangnya.