Sementara itu, Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin sependapat dengan upaya mitigasi. Ia mengatakan, mitigasi bencana ini penting dilakukan di wilayahnya karena kontur Kabupaten Bogor yang berbukit-bukit.

“Setiap wilayah berbeda konturnya jadi ada yang rapuh. Jadi kita sisir dulu yang rapuh. Jangan sampai terjadi lagi bencana seperti di awal tahun 2020. Jadi mitigasi ini tidak hanya mengandalkan BPBD atau pun lembaga-lembaga yang resmi tetapi masyarakat pun diminta untuk turun tangan menangani mitigasi ini,” kata Ade.

Ia mengimbau, semua pihak di wilayahnya untuk terlibat dalam menjaga dan merawat alam. Ade mencontohkan, upaya yang harus dilakukan seperti tidak mudah menebang pohon atau mengalihfungsikan lahan.

“Dan jangan terlalu mudah juga mengalih fungsikan hutan, walaupun itu menjadi kebun, atau pun menjadi ladang. Tetapi kalau ini merusak, ini sebaiknya segera diwaspadai. Jadi kita butuh turun tangan masyarakat, melalui kepala desa dan para RT/RW untuk memberikan, pemahaman kepada masyarakat bahayanya itu, tidak hanya buat mereka untuk ke bawah apalagi masyarakat yang berada di dataran paling bawah juga,” pesan Bupati.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat untuk periode 18 hingga 24 Oktober 2020 ini, Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.