Selanjutnya, Tulus juga mengatakan bahwa mahalnya harga obat bukan karena faktor perizinan.
"Jadi kalau Menkes ingin menekan harga obat ke level yang lebih murah, maka Menkes harus mendorong untuk mengurangi impor bahan baku obat. Masa kalah sama Thailand? Juga membuat distribusi obat bisa lebih sederhana. Bahkan memberantas dugaan adanya dugaan mafia impor bahan baku obat," ungkapnya.
YLKI juga mendesak Menkes Terawan untuk membatalkan keputusan yang telah ia buat. YLKI juga meminta Presiden Jokowi untuk konsisten dengan kebijakan awal memperkuat institusi Badan POM dalam melakukan pengawasan sampai ke level Kabupaten/Kota.
"Bisa dijamin jika pengambilalihan perizinan obat oleh Menkes, tidak akan mampu menurunkan harga obat, karena duduk persoalannya bukan pada perizinan. Alih-alih perizinan di Kemenkes malah menjadi masalah baru, dan harga obat malah kian mahal," tegasTulus.
Reporter: M3
Editor: Sumarlin
