JAKARTA, TELISIK.ID - Maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir memunculkan berbagai respons dari pemerintah pusat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, turut menyinggung persoalan tersebut dengan mengaitkannya pada mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung.
Dalam keterangannya di kompleks parlemen, Tito menyampaikan bahwa sistem pilkada langsung tidak selalu menjamin lahirnya pemimpin yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa proses demokrasi tersebut tetap memiliki konsekuensi terhadap hasil yang ditentukan oleh pilihan masyarakat.
"Jawaban saya cuma satu aja, yang milih siapa? Udah gitu aja, yang milih siapa? Rakyat, ya kan," kata Tito kepada wartawan, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (14/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas rentetan OTT yang melibatkan kepala daerah di berbagai wilayah. Menurut Tito, fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai kasus per kasus semata, melainkan harus dilihat sebagai indikasi adanya persoalan yang lebih mendasar dalam sistem yang berjalan.
