KENDARI, TELISIK.ID – Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sulawesi Tenggara dan aliansi guru SMA/SMK serta SLB se-Sultra, bersama sejumlah dinas terkait, diwarnai ketegangan pada Selasa (21/1/2025).
Aksi pukul meja dan saling bentak terjadi dalam rapat yang membahas masalah keterlambatan pembayaran hak-hak guru, khususnya terkait tunjangan profesi guru (TPG), sertifikasi, dan tunjangan hari raya (THR).
Dalam pernyataannya, Ketua Aliansi Guru SMA/SMK, SLB Sultra, Ihsan, menyampaikan keluhan terkait hak-hak yang belum dibayarkan sejak 2021.
“Pertama, penyaluran TPG triwulan keempat yang seharusnya dibayar tiga bulan, namun sejak 2019 sampai 2024 baru terbayarkan dua bulan. Kedua, ada dana tunjangan sertifikasi yang tidak diterima oleh sebagian guru. Ketiga, penyaluran THR tambahan 100 persen TPG dan THR 2024 yang hingga saat ini juga belum dicairkan,” ungkap Ihsan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Yusmin, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran bukan disebabkan oleh kelalaian pihaknya.
