Penulis sangat meyakini, agama paling ampuh memengaruhi, secara rasional dan emosional, menggerakkan umat untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Wujud ajakan kebaikan, bukan sekadar menyemangati lewat khotbah-khotbah atau ceramah-ceramah, tetapi akan lebih efektif bila juga nyata-nyata menyatukan potensi energi dan pemikiran memajukan kehidupan masyarakat.

Sebagian derma umat yang terkumpul pada pengurus rumah ibadah, sejauh dibenarkan oleh agama, tentu dapat digunakan untuk pengembangan kegiatan demi   kemajuan dan kebaikan sehingga persoalan-persoalan yang melilit kehidupan sesama, dapat di atasi bersama. Usaha bersama, rasanya, dapat dilaksanakan dalam suasana yang lebih guyub. Di sinilah toleransi dan kepedulian produktif dan bernilai kemasyarakatan, dapat lebih dikembangkan.

Bukan rahasia lagi, secara umum, hidup dalam iklim kebersamaan di Tanah Air, amat dikenal sebagai gotong-royong. Aktivitas bersama Ini, sudah lama hidup dan dikembangkan oleh masyarakat bangsa Indonesia dalam keberagamannya. Bahkan, gotong-royong kini kerap dipidatokan oleh para pejabat dalam kata lain, yaitu sinergitas atau kerja bareng untuk menuntaskan suatu persoalan kemasyarakatan.

Gotong royong, telah lama hidup dan berkembang di berbagai masyarakat Indonesia, yang beragam dalam agama, etnis, dan budaya. Oleh Bapak pendiri bangsa Bung Karno (BK), gotong-royong kerap dipidatokan untuk membakar semangat rakyat dalam menghadapi persoalan-persoalan bersama. Oleh karena itu, boleh jadi, gotong-royong memang sudah menjadi sistem nilai budaya.

Dalam “Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembanguan”, Koentjaraningrat menulis, sistem nilai budaya orang Indonesia mengandung empat konsep:  (1) Manusia itu tidak hidup sendiri; (2) Dengan demikian, dalam segala aspek kehidupan, manusia pada hakikatnya tergantung pada sesama; (3) Karena itu, ia harus memelihara hubungan baik pada sesama, dan (4) Selalu berusaha sedapat mungkin bersifat konform, berbuat sama dan bersama sesamanya dalam komunitas, terdorong oleh jiwa sama tinggi – sama rendah (2015: 69-70).