Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali. Sejumlah pedagang mengaku bahwa perempuan itu sebelumnya juga pernah kepergok mencuri barang dagangan, namun mereka memilih tidak melaporkannya. Hal ini membuat warga pasar geram hingga akhirnya main hakim sendiri.
"Bahasane geregetan. Karena sudah beberapa kali melakukan aksinya, akhirnya warga tidak tahan," kata AKP Widarto menegaskan alasan kemarahan massa terhadap perempuan tersebut.
Lebih lanjut, Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, turut memberikan penjelasan mengenai latar belakang pelaku.
Menurutnya, perempuan tersebut berinisial S dan berasal dari Kabupaten Klaten. Setiap hari, S berjualan sayur dan gorengan secara keliling untuk mencukupi kebutuhan hidup.
"Si ibu sudah cukup tua dan didorong kebutuhan hidup, kondisi ekonominya pas-pasan," ujar Rosyid Hartanto menjelaskan latar belakang kehidupan S, seperti dikutip dari Tribunnews.
