MUNA BARAT, TELISIK.ID - Kericuhan pada pemilihan Ketua Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPPMI) Muna Barat, ditanggapi Pj Bupati Muna Barat, Bahri. Dia menekankan, KEPPMI bukan wadah perhelatan politik.
Diketahui, kongres perdana KEPPMI Muna Barat yang diselenggarakan di Hotel Athaya, Kota Kendari, berakhir ricuh, diduga karena ada sekelompok pemuda yang berorasi memaksa meminta kongres perdana tersebut dihentikan.
Salah satu peninjau KEPPMI Muna Barat perwakilan Komisariat Mahasiwa (Kosma) Kecamatan Lawa, Arman mengatakan, sekelompok pemuda datang berorasi meminta kongres KEPPMI Muna Barat segera dihentikan, sehingga keadaan menjadi tidak kondusif.
"Mereka minta hentikan sebab diduga di KEPPMI Muna Barat ada kepentingan politik," ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri mengatakan, pembentukkan KEPPMI hanya sebagai wadah solidaritas pemuda dan mahasiswa Muna Barat dalam merawat kebersamaan untuk kemajuan pembangunan daerah, tanpa ada unsur lain, apalagi kepentingan politik.
