“Bayangkan betapa ruginya kita jika tidak memfasilitasi ekspor langsung ini. Dengan adanya jalur ekspor dari Pelabuhan Murhum, kita tidak hanya mendapatkan pencatatan volume yang jelas, tetapi juga insentif keuangan serta kontribusi devisa yang nyata bagi daerah,” ujarnya, Kamis (29/1/2025).

Pemerintah Kota Baubau memandang momentum ini sebagai peluang besar dari dua sisi yang saling menguatkan. Bagi investor, ekspor langsung ini menjadi bukti bahwa Baubau memiliki infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku yang besar untuk dikelola.

Sementara bagi produsen dan nelayan, hal ini memberikan kepastian pasar serta harapan baru karena hasil produksi mereka kini memiliki akses langsung ke pasar global.

Menurut Hamsinah, ekspor ubur-ubur hanyalah langkah awal. Pemerintah daerah menargetkan sektor pangan, khususnya perikanan dan pertanian, sebagai prioritas ekspor selanjutnya.

Beberapa komoditas yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain sektor perikanan berupa ikan tuna segar grade A dan lobster, sektor kelautan berupa rumput laut, serta sektor pertanian berupa ubi kayu (singkong) yang dinilai memiliki potensi pasar ekspor yang besar.